Ipank, Penggemar King yang Tidak Gemar Olahraga

Dulu waktu masih tergabung dengan grup band Plastik di tahun 1993, Ipank punya obsesi ingin menggarap theme song film. Obsesi tersebut muncul karena ia menyukai theme song keren yang ada di film-film Hollywood, seperti theme song film James Bond dan lain-lain. Waktu itu perfilman Indonesia sedang berada di ambang mati suri sehingga Ipank pun terpaksa memupus angan-angannya.

Namun siapa sangka, kesempatan itu datang hampir 1 dasawarsa kemudian. Saat ia didaulat sutradara muda Upi Avianto untuk mengisi soundtrack film Realita Cinta dan Rock n Roll. Selanjutnya  berturut-turut Ipank mengisi soundtrack film Tentang Cinta dan Laskar Pelangi. Kemudian ia juga di daulat untuk mengisi soundtrack film King yang terinspirasi dari kisah hidup legenda bulu tangkis Indonesia, Liem Swie King.


Tidak tanggung-tanggung berkolaborasi dengan Ridho Slank, 4 nomer dihasilkannya. Masing-masing adalah Jadilah Juara, Tetaplah Bersamaku, Melawan Waktu, dan Apa yang Kucari. Menurut Ipank, semua lagu dalam film ini mengandung pesan dan makna masing-masing.
“Jadilah Juara, pastinya spirit untuk mengangkat martabat bangsa ini. Bisa lewat apa saja, dan kebetulan disini lewat olahraga. Tetaplah Bersamaku itu tentang persahabatan, jadi apapun yang kita lewati harus bersama. Kalalu Melawan Waktu itu lebih ke saran bapaknya, untuk mengasih apapun ke anaknya yang terbaik. Sampai dia mau jual motor dan menggadaikan tv untuk mengasih raket ke anaknya. Apa yang Kucari itu lebih kepada kebimbangan Guntur karena awalnya dia kan dirayu-rayu sama Raden bahwa di piala itu ada duitnya, mencari uang lewat kemenangan. Standarlah, jadi kurang ikhlas. Tapi pas ternyata dia tahu di piala nggak ada uangnya ia tetap punya spirit, jadi kayak bertanya, Apa Yang Kucari?"


Ipank mengaku bahwa ia sangat mengidolakan sosok seorang Liem Swie King padahal dirinya sama sekali tidak bisa bermain bulu tangkis. “Aku nggak bisa main bulutangkis, aku minus banget deh kalau soal olahraga, dulu juga waktu sekolah nilai olahragaku yang paling jelek.”

Meskipun sudah mulai menikmati profesinya sebagai arranger, tapi Ipank mengaku tidak akan meninggalkan bandnya, BIP.
BIP masih jalan terus, kemaren kita sempat mengobrol mau bikin single gratisan. Jadi awal tahun ada 2 gratisan dan di akhir tahun juga ada 2 single yang mau kita gratisan lagi. Insya allah kalau sudah komplit baru dibikin jadi album. Pelan-pelan dikerjain kok tapi kalau makan kan nggak bisa nunggu hehehe”, Jawabnya polos. (Ind)
 

Gimana awal ceritanya bisa berkolaborasi dengan Ridho dalam menggarap soundtrack film King?
“Pertama kali yang dikontak sama Ale-Nia tuh Ridho, karena ini kerja bareng kita yang kedua setelah Tentang Cinta, jadi ya bareng-bareng. Kita nonton bareng, kita baca-baca script juga bareng di studio, terus kita cari mood dan temanya, udah dapat semuanya baru bergerak deh.”


  Bagaimana pembagian tugas antara kamu dan Ridho?
“Musik, aransemen, pemilihan karakter instrument itu Ridho, kalau aku lebih banyak bikin notasi dan liriknya.”


Cara dapat inspirasi untuk membuat lagu soundtrack film ini?

“Pendekatannya dari baca script, karena aku butuh framing film itu dan karakternya kayak apa. Waktu Laskar pelangi malah scriptnya sampai 500 halaman dan selalu aku baca script-script itu sampai habis karena biasanya director kan pendekatannya lewat gambar.”


Dari 4 lagu tersebut, mana yang menjadi favorit?
“Aku suka lirik Tetaplah Bersamaku karena penyampaiannya enak banget mulai dari aransemen, lirik, semuanyalah.”

Apakah kamu mengidolakan seorang Liem Swie King?
“Wah aku fans sama Liem Swie King. kemaren malah sempat foto bareng dan aku dulu juga mengalami dia yang go internasional. Dulu kan kalau nonton masih didepan rumah dan masih jamannya tv yang pake aki. Rumah aku di Kebayoran Lama, belum ada aspal, dan kalau pagi tukang akinya lewat pake sepeda, nawarin aki ke rumah-rumah. Waktu itu yang punya tv cuma beberapa, jadi kalau ada event special kayak All England dikeluarin lah tv yang paling gede dan nonton bareng-bareng. Makanya kalau sekarang ketemu Liem Swie King jadi kayak norak gitu.”