Ikranagara: Saya Inginkan Film yang Membawa Inspirasi

Generasi 80-an so pasti ingat betul dengan sosok Markum yang dimainkannya. Sempat menghilang belasan tahun dari layar lebar, pria yang bernama Ikranagara ini melejit lewat Laskar Pelangi sebagai guru yang idealis. Kini kembali dia muncul dalam film Garuda di Dadaku, sebuah film drama untuk keluarga. Kok mau terlibat dalam film ini? 

”Film ini untuk semua umur, sama dengan Laskar Pelangi. Tapi di sini setelah saya baca skenarionya memberi peluang sebagai aktor untuk bisa bermain baik,” demikian tutur pria berdarah Bali ini saat dijumpai di Gelora Bung Karno, Kamis siang (20/11).
 
Garuda di Dadaku adalah sebuah film yang tokoh utamanya seorang bocah bernama Bayu. Dia bercita-cita ingin menjadi pesepakbola kaliber nasional. Lagi-lagi ini merupakan film untuk anak-anak. Apakah memang kecanduan bermain film untuk anak-anak?  
 
”Film untuk anak atau bukan, itu tidak penting. Apakah kelak film ini bisa inspiring, bisa membawa inspirasi, bisa memberi rangsangan pemikiran kepada masyarakat? Nah, di sini ada kemungkinan untuk itu,” tegas Ikra lagi.
 
Dalam film arahan sutradara Ifa Isfansyah ini, Ikra berperan sebagai Usman, kakek dari Bayu. Uniknya, penulis skenario film ini juga orang yang sama dengan penulis dari film yang dia mainkan sebelumnya, yakni Salman Aristo.
 
Apakah nama Salman yang mempengaruhi Ikra untuk ikut proyek ini? ”Mau dari siapa penulisnya itu tidak penting. Yang penting ceritanya bagus,” begitu tutur aktor yang pernah bergabung di Teater Kecil bersama Arifin C Noor dan Chaerul Umam ini.(bat