Jonathan, Tida

Jonathan Mulia

Jika Anda besar di era 80an, pasti akrab dengan film Catatan Si Boy, dan jika kita berbicara mengenai film tersebut, nama Onky Alexander pasti akan selalu muncul. Terang saja, peran Onky Alexander sebagai Boy seakan memberi inspirasi bagi banyak pemuda zaman itu. Tapi saat ini kita tidak akan membahas si Boy, tapi kita akan berbicara mengenai sang adik yang kini mulai mengikuti jejak sang kakak sebagai seorang aktor, yaitu Jonathan Mulia. Lalu apakah Jonathan ingin namanya sebesar sang kakak?
 
Jonathan Mulia lahir di Jakarta pada 8 Juli 22 tahun silam. Perjalanan karirnya menembus dunia layar lebar diungkapkan oleh pria berkaca mata ini sebagai berkah atas berdirinya akan sebuah mall baru di Jakarta. Mengapa bisa begitu? Bermula ketika di tahun 2004, Jonathan sedang jalan-jalan di Citos bersama seorang sahabatnya. Tiba-tiba, terdengar sebuah teriakan keras dari seorang wanita yang berteriak.”Cowooook,” ucap Jonathan meniru teriakan sang perempuan.
 
Sontak saja, Jonathan pun terkejut. “Sialan, siapa sih cewe teriak-teriak di dalam mall kaya p**** aja,” ujar Jonathan seraya mengingat kekagetannya kala itu. Tapi kekagetan itu langsung berubah menjadi keanehan, karena yang dipanggil oleh wanita tersebut tidak lain adalah dirinya. “Hi, boleh kenalan nggak, gue Kute, Miles lagi mau bikin film nih, mau ikutan casting nggak?” ujar Jonathan.
 
Akhirnya karena mendengar nama Miles Film yang terkenal dengan film Ada Apa Dengan Cinta serta Petualangan Sherina, membuat Jonathan tertarik untuk datang casting, meskipun sebelumnya ia tidak pernah sama sekali berfikir untuk menjadi pemain film. Beberapa hari kemudian, Jonathan pun datang ke Miles.
 
Dua minggu berselang tidak ada follow up dari Miles, sampai akhirnya datang sebuah telepon yang meminta Jonathan untuk kembali ke Miles untuk bertemu dengan Riri. “Riri siapa ya, gue ngga tau tuh kalo Riri yang dimaksud adalah Riri Riza,” cerita Jonathan. Namun, Jonathan sama sekali tidak mengira bahwa panggilannya tersebut ternyata untuk casting.”Gue pikir cuma ngobrol-ngobrol doang,” ungkap Jonathan.
 
Akhirnya casting yang ditangani oleh Riri Riza langsung itu pun selesai, dan ia sama sekali tidak mengetahui hasilnya sampai satu minggu kemudian ia kembali dihubungi untuk bertemu dengan Mira Lesmana. “Kali ini gue tahu, Mbak Mira itu pasti Mira Lesmana,” ungkap Jonathan bangga.
 
Tapi sungguh malang nasib Jonathan, ketika ia telah mempersiapkan diri dan berfikir akan di-casting oleh Mira Lesmana, ternyata ketika sampai di Miles, pertemuannya dengan Mira Lesmana hanya sekedar ngobrol-ngobrol dan bukanlah casting seperti yang ia bayangkan. “Gue cuma ngobrol-ngobrol, dan dibilang jangan ngebayangin bakalan jadi artis yang kaya gimana, karena disini gue bakalan dikotor-kotorin,” ucap Jonathan.
 
Selesaikah sampai disitu? Ternyata belum. Ia pun kembali ke rumah dan menunggu berita-berita yang belum jelas, apakah ia diterima atau tidak, sampai waktu berselang selama dua pekan ke depan dengan hadirnya panggilan telepon untuk melaksanakan screen test di daerah Menteng.”Pas sampai di Menteng, gue baru nanya, Mbak kalau casting film itu memang sampe seribet dan selama ini ya?” Ternyata, tanpa sepengetahuan Jonathan, dirinya kala itu sudah terpilih untuk berperan sebagai Gie muda.
 
Bermainlah Jonathan dalam film perdananya yang membawanya meraih penghargaan sebagai Favourite Rising Star dalam ajang MTV Indonesia Movie Award 2006.
Bahkan ada seorang kritikus film yang menyatakan kepada Miles Films, bahwa dirinya adalah penemuan Miles yang paling inventif di tahun 2004.
 
Mendapat predikat tersebut ternyata tidak hanya membuat Jonathan bangga, tapi sekaligus juga beban. “Satu sisi gue bangga, dan di satu sisi lain ini jadi beban supaya predikat itu ngga lepas dari gue,” tukas pria yang hobbinya makan serta tidur ini.
 
Usai Gie, ia kemudian ditawari untuk main dalam film keduanya, Mirror. Prosesnya mirip kejadian pertama. Ketika sedang jalan-jalan di EX Plaza Indonesia, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri dirinya dan menawarkan untuk ikut tergabung dalam sebuah management yang tengah dikelolanya.
 
“Gue hampir nggak pernah dateng ke casting itu, kalo nggak karena gue cape, atau gue lagi sekolah,” tukas Jonathan. Hal tersebut berlangsung cukup lama, sampai akhirnya ada satu casting yang didatangi oleh Jonathan yang ternyata adalah casting untuk film Mirror. “Ternyata orang yang sama pas  gue di Miles.” 
 
Meski Mirror adalah film horor, namun Jonathan mengaku ia tidak kebagian peran yang ditakut-takuti . Namun ia mengatakan, di film itu ia harus menyembunyikan dirinya yang sebenarnya dari orang yang petakilan menjadi seorang yang lemah lembut. “Kalo Mas Hanny bilang, gue harus jadi Pangeran Cinta,” tukas Jonathan.
 
Namun sayangnya, karena terlibat dalam produksi film tersebut, kuliah Interior Design yang ia jalani ketika itu harus mengalami penurunan nilai. Hingga akhirnya, Jonathan memilih untuk hanya bermain dalam FTV, dan bukan sinetron ataupun layar lebar.
 
Namun kecintaan Jonathan terhadap akting layar lebar yang terbina ketika ia merasakan suasana serta atmosfir syuting yang begitu dahsyat dalam film Gie, membuatnya kembali menerima tawaran untuk bermain dalam Karma. “Kalau pertama kali gue syuting dapet suasana yang nggak enak, mungkin gue nggak mau lagi syuting,” ujar Jonathan.
 
Dalam film terbarunya ini, Jonathan mengakui bahwa ia sangat menikmati apa yang dilakukan selama masa produksi film Karma ini. Selain ceritanya yang menarik, lokasi pengambilan gambar yang terletak di sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Rembang, bernama Lasem membuatnnya sangat terpesona. “Itu tempatnya keren banget, karena syuting ini aja gue bisa dateng ke sana, kalau dalam keseharian, mungkin gue nggak akan sampe ke sana,” ujar Jonathan.
 
Dan bukan hanya itu, berkat kedua filmnya terdahulu Jonathan juga bisa menikmat daerah-daerah lain.”Kalo di Gie gue bisa naik gunung, dan ketika di Mirror gue bisa ke Danau Situpatenggang.”
Lalu apakah Jonatan ingin namanya sebesar sang kakak di dunia hiburan? ”Lepas dari bayang-bayang dia gue mau, tapi untuk namanya sebesar dia, gue nggak mau ah,” tukasnya Jonathan. (ajo)
 
 

Data Pribadi :

Nama Lengkap                                 : Jonathan Mulia
Nama Panggilan                              : Jojo, Jonjon, Adek, Jod
Tempat/Tgl Lahir                              : Jakarta, 8 Juli 1986
Nama Ayah                                        : IR.A.H.P Sapardan
Nama Ibu                                          : Joyce Smith
Hobby                                                : Tidur, Makan
 
 

Filmografi :

Gie
Mirror
Karma
 
 

Award :

MTV Indonesia Movie Award “Favourite Rising Star” (2006)

Dominique Main Film Horor

  Apa kabar Dominique Agisca Diyose? Pasca permainan mengesankan lewat debutnya dalam Berbagi Suami model berpostur jangkung ini seolah menghilang dari layar lebar. Buat mereka yang kangen jangan khawatir, kini Domi bakal muncul lagi dalam film terbarunya yang bertajuk Karma, buatan rumah prod ... [more]