
Wajahnya macam yang familiar di mata pemirsa layar kaca. Ya, lebih dari satu dekade silam dia memang seorang bintang remaja nan menggemaskan di televisi. Hampir setahun Leonardo DiCaprio malang melintang berperan sebagai Luke Brower dalam serial Growing Pains di era 1990-an.Namun itu sudah lama berlalu, kini dia dikenal sebagai bintang beken Hollywood.
Aksi paling anyarnya bisa dinikmati dalam film yang baru akan beredar dengan judul Body of Lies. Di sana DiCaprio berperan sebagai agen rahasia CIA yang bertugas di Timur Tengah. Si ganteng ini beradu akting dengan aktor watak Russell Crowe di bawah arahan sutradara Ridley Scott. Boleh jadi, ini bukan film yang mudah bagi DiCaprio. Pasalnya, saat proses syuting di Maroko dia sempat jatuh sakit lantaran debu dan panas. ”Saya sempat terkapar selama 2-3 hari,” cerita pria kelahiran Hollywood, California ini.
Sebelumnya dalam film yang lain, aktor berdarah Jerman-Italia ini juga sempat ketiban sial. Ceritanya saat syuting Blood Diamond di Mozambique tahun 2006 dia juga mengalami cedera. Untunglah, hanya sebuah cedera ringan di kaki.
DiCaprio, atau biar mudah Leo saja, dilahirkan pada tanggal 11 November 1974. Ada kisah unik di balik nama Leonardo. Konon ketika ibunya, Irmelin sedang hamil, si jabang bayi menyepaki perut itu dari dalam. Ndilalah, saat itu sang ibu sedang berada di sebuah museum di Italia menatap keindahan lukisan Leonardo Da Vinci. Namun kemudian ternyata bahtera rumah tangga keluarganya goyah. Belum lama Leo dilahirkan, merekapun bercerai.
Namun nasib Leo tak buruk-buruk amat. Usia 5 tahun dia sudah muncul di layar kaca, sebuah komunitas yang membuatnya bertemu Tobey Maguire, sohib akrabnya. Setelah itu, mulailah jalan yang diretasnya macam yang mulus. Beberapa judul sinetron sempat dilakoninya macam Santa Barbara hingga Growing Pains yang membuat bintangnya berpendar ke seantero jagat, termasuk Indonesia.
Era 1990-an adalah masa kejayaan Leo. Perannya sebagai penyair Perancis yang homoseksual dianggapnya sebagai salah satu tonggak karir. “Peran sebagai Rimbaud merupakan salah satu peran yang paling penting untuk dimainkan oleh aktor muda,” demikian ungkapnya saat bermain dalam film Total Eclipse.
Film arahan Baz Luhrmannbertajuk Romeo+Juliet kemudian menjadi salah satu tonggak yang menancap di benak penggemarnya. Tetapi duetnya dengan Claire Danes tidaklah sefenomenal duet dengan Kate Winslet dalam film Titanic nan bakal abadi di benak pecinta film. Kutipan yang diucapkan tokoh Jack Dawson di sana sambil membentangkan kedua tangan ”I’m the king of the world”. Popularitas yang disandang Leo kian paripurna ketika dia mengencani sejumlah model ayu macam Naomi Campbell, Bar Rafaeli atau Gisele Bundchen.
Sayang sekali, karir Leo pasca sukses Titanic macam yang mentok. Untunglah empu film Steven Spielberg mengajaknya ikutan dalam proyek Catch Me If You Can di tahun 2002. Kemudian Martin Scorsese-lah yang kembali membuat bintangnya berkilau indah.
Setelah tampil dahsyat dalam Gangs of New York, Leo kembali dengan Aviator. Selain sebagai aktor peran Leo dalam film biopic jutawan Howard Hughes ini juga sebagai produser eksekutif. Tak pelak, Scorsese pula yang membuat nama Leo sungguh-sungguh diperhitungkan saat ini. Eratnya hubungan mereka kira-kira mirip dengan hubungan antara Tim Burton dengan Johnny Depp.
Dan kemudian Scorsese memberikan peran Johnny Costigan kepadanya dalam Departed. Ini merupakan remake dari film Hong Kong, Internal Affairs. Sebagai seorang polisi yng menyamar dan disusupkan ke dalam sosok mafia, Leo tampil macho di sana. Tak urung, memuji Scorsese. ”Film ini merupakan keahlian dia dan sangat berbeda dengan film gangster lainnya yang pernah dia buat,” terang Leo suatu kali.
Kolaborasi Leo dengan Scorsese tentu saja masih belum berhenti. Leo memang selalu menjadi pilihan nomor 1 di mata sineas kondang tersebut, dan boleh jadi sebagai ganti Robert De Niro. Kelak, satu peran penting sudah disiapkan Scorsese untuknya, yakni Presiden Theodore Roosevelt. Dan sebelumnya ada juga Shutter Island. Memang cukup bikin penasaran. Untuk ini Leo hanya berkilah singkat,”Saya hanya ingin terus melakukan apa yang sudah saya rintis seraya berharap publik untuk menyaksikan film yang ada sayanya.” (bat)











Hardi Fadhillah, Tinggi Badan Bukan Segalanya
Adellia Rasya dari Langit Turun ke Bumi
Vincent Clubeighties Hanya Ingin Berkesenian
Amanda, Pengalaman Mistis Membawa Berkah
Iqbal Rais, Bermula dari Credit Title
Noumira Kembali ke Film Berkat Ketik 2121
Gara-gara Kawin Sama Monyet
Thomas Nawilis Main Film Karena Bagi-Bagi Brosur
Meniti Karir Berkat Bantuan Kakak
Aktor Muda Kesayangan Sang Legenda
Hesti Purwadinata, Modal Mulut Bawel
Mike Lucock, Bangga Menjadi WNI
Winky Wiryawan, Aktor Bisa, DJ Pun Bisa
Atiqah Tampil Serius dalam Setiap Peran
Laura Basuki, Debut Si Wajah Imut
Desi Novitasari: Si Seksi yang Tidak Mau Seksi
Suzanna, Dari Sisworo ke Koya Pagayo
Oki Setiana, Aktivis Kampus di Layar Lebar
Monty, Tersebab Ingin Menghibur
Teuku Rifnu Wikana